Mencuri Pisang karena kelaparan, Kakek 75 tahun di tuntut 18 bulan penjara

Seorang Kakek bernama darsito yang Berusia 75 tahun terpaksa harus berurusan dengan pihak berwajib setelah mencuri 2 sisir pisang gepok dan memasuki perkebunan orang tanpa izin.Saat di periksa oleh petugas kakek darsito mengakui telah mengambil tanpa izin 2 sisir pisang gepok karena dirinya kelaparan karena sudah hampir 3 hari tidak makan.

Sementara itu Pemilik Kebun M.darmono mengatakan dirinya sengaja melaporkan kepihak kepolisian agar memberikan efek jera karena dirinya mengakui sudah sering kehilangan buah pisang di kebun nya, menurutnya setiap hari pasti ada saja pisang yang hilang dari kebun nya dan kebetulan gubuk kakek darsito berada di belakang kebun saya, pas saya cek ke gubuknya sama lihat banyak kulit pisang dan masih ada 2 sisir lagi yang belum di makan.

kasus ini sendiri sudah dinyatakan lengkap dan akan segera di sidangkan, jaksa penuntut sendiri menuntut kakek darsito dengan pasal tindak pidana pencurian ringan (Pasal 364 KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal 18 bulan penjara.

Admin setuju apapun yang namanya tindakan mencuri adalah kesalahan. Namun demikian jangan lupa hukum juga mempunyai prinsip kemanusiaan, Pantaskah kakek darsito dihukum hanya karena mencuri 2 sisir pisang gepok yang harganya mungkin tidak lebih dari RP 50.000 ribu rupiah Dimana prinsip kemanusiaan itu?

Mari kita SHARE Beramai – Ramai karena tidak ada media online yang memberitakan kejadian ini. itulah hukum di indonesia tajam kebawah namun tumpul ke atas !!!! Kasus kecil diseriusi, tapi kasus-kasus besar jarang sampai ke pengadilan

Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu.
Baca juga berita menarik lain nya :

3 comments

  • Ga usah bicara keadilan di negri ini …… Apakah yg diperlakukan pada kakek ini…..tunjukan mana penegak hukum yg mengTakan ini …..ketidakadilan salah satu bibit2 tumbuhx teroris

    • no

      cuma hakim goblok yang kaya gitu…gak punya pikiran . hakimnya yang bangsat…memang benar hukum di sini tajam ke bawah ..tumpul ke atas karna mereka sudah di bayar pake duit setan…

  • Mestinya yg baca artkel ini pimpinan pemerintah terdekat ke si kakek, yg mestinya bertanggungjawab memediasi jangan sampai ke ranah hukum, kekeluargaan dulu lah. Apalagi alasan si kakek kelaparan….yg punya pisang tau ada orang miskin didekat nya, bo ya berbagi. Meski tanah milik pribadi jg tetap saja pohon dan buah pisang itu tumbuh dengan hakikat Ilahiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *