Jekarta – Warga Kebun Lemon dikejutkan oleh suara teriakan histeris pada Sabtu pagi (17/07/2021). Kejadian tersebut terjadi sontak mengagetkan warga sekitar dimana ada beberapa yang sedang mempersiapkan hari mereka dan sisanya beristirahat.

“Saya waktu itu lagi di dapur nyuci beras buat sarapan anak anak, tiba tiba kaget denger suara teriakan kenceng gitu. Terus saya langsung keluar rumah. Pas diluar, ternyata udah ada warga yang penasaran juga. Abis itu saya tinggalin deh beras saya didapur dan ikutan bareng warga nyari sumber suaranya.” ungkap Mimi (37) warga sekitar yang juga ikut mendengar teriakan misterius tersebut.

Setelah diselidiki suara tersebut berasal dari kediaman Rojak (55), bapak 2 anak yang bekerja sebagai satpam komplek dekat rumahnya. Ditemui warga sekitar, Rojak mengungkapkan bahwa dia kaget karena kasur 2 x 1 meter yang baru dia beli seminggu lalu telah hilang digondol pencuri. Peristiwa tersebut mengundang perhatian warga dan langsung memenuhi kediaman Ayah Rojak.

“Saya baru pulang dari jaga malem. Saya masukin motor, terus abis itu saya cuci muka dan cuci kali, saya lewat ke dapur, eh ada roti tawar di meja. Kebetulan saya laper, jadi saya makan roti tawar dulu, pengennya sih pakai selai tapi selai-nya udah habis, abis itu minum terus ke kamar. Sampai di kamar saya kaget dan langsung teriak karena kasur saya ilang. Padahal kasur baru loh, baru dibeli sama anak saya kemarin di toko onlen. Lupa namanya, kalau nggak salah tokopet-tokopet gitu. Bangga banget saya sama anak saya bisa beliin kasur. Tapi -.” jelas Rojak yang memang dikenal senang berdiskusi (ngobrol) dan juga membahas hal hal yang tidak penting saat ditanya terkait kejadian yang terjadi.

Polisi dari Polres Kebun Lemon yang datang ke lokasi langsung menyelidiki tempat kejadian perkara, namun polisi tidak ada menemukan satu keanehan apapun, dan kasur baru milik Rojak juga masih ada di kamar tersebut. Walaupun begitu Rojak tetap bersikukuh kalau kasurnya hilang, sehingga beliau dibawa ke kantor polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Saat penyelidikan, Polisi mendatangkan dokter dari puskesmas setempat untuk memeriksa kesehatan dari Rojak. Setelah diperiksa, ternyata Rojak mengidap penyakit Bunting 21 (Buta Kuning 2 x 1), penyakit langka yang menyebabkan penderitanya tidak bisa melihat warna kuning berukuran 2 x 1 dengan satuan apapun. Polisi lalu menyimpulkan bahwa Rojak tidak bisa melihat kasurnya karena ada kasurnya diselimuti seprei berwarna kuning.

“Ini sebenarnya hanya salah persepsi aja, ya maklum pak Rojak kan udah umur 50-an ditambah lagi punya penyakit Bunting 21. Beliau sudah kami bebaskan dan kita juga sudah meminta kepada anaknya untuk mengganti seprai kasur ayahnya ke warna lain, merah atau biru misalnya.” ungkap juru bicara dari Polres Kebun Lemon.

Saat ini semua peralatan rumah Rojak yang berwarna kuning dan berukuran 2 x 1 sudah diganti, sehingga Rojak tidak akan lagi mengalami kesulitan dalam menemukan peralatan atau barang barang dirumahnya. Warga berharap dengan ini Rojak tidak lagi berteriak histeris pada pagi hari lagi.

Reporter: Dandy Adam / Editor: Joko