Jekarta – Antrian belasan orang disisi jalan Celandak Raya terpaksa dibubarkan oleh Polisi, pada hari Rabu siang (21 Juli 2021) karena telah menyebabkan kemacetan panjang. Antrian yang berujung dari sebuah lubang proyek galian kabel tersebut terpaksa dibubarkan karena untuk meminimalisir penyebaran virus CUPID-13 yang saat ini telah menjadi pandemi dan banyak memakan korban jiwa.

Ketika dimintai keterangan, salah seorang pemuda yang ikut mengantri, Parman (19) menuturkan bahwa dirinya mengantri untuk mendaftarkan diri menjadi pengemudi ojek online, dan kecewa setelah mengetahui bahwa dirinya tertipu dengan antrian palsu yang berujung di sebuah proyek galian kabel tersebut.

“Saya kemarin sudah daftar lewat WA (Whatsapp), dan pas saya kesini sudah ada orang yang mengantri, jadi saya ikutan aja mengantri. Terus saya ngerasa aneh, kok udah 10 menit antriannya nggak maju maju, eh pas saya mau cek tiba tiba Polisi datang dan ngebubarin kita.” jelas Parman

Polisi menuturkan bahwa antrian ini disebabkan sebuah kesalahpahaman dari seorang pria paruh baya bernama Guntur (50) yang ada diantrian paling depan. Guntur menjelaskan bahwa dirinya juga ingin mendaftar menjadi pengemudi ojek online, dan ketika sampai dilokasi dirinya melihat papan yang bertuliskan “Ada Pekerjaan” yang dia kira tempat pendaftaran ojek online.

“Saya nggak sadar kalo ada kata ‘Hati-hati’ disampingnya, saya pikir ini tempat pendaftaran ojek online-nya. Eh taunya papan peringatan galian lobang. Untung pak polisi dateng, kalo nggak saya bakal ngantri sejaman kali disini.” ungkap Guntur

Saat ini antrian tersebut telah dibubarkan dan Polisi telah mengarahkan orang orang yang mengantri tadi ke lokasi yang benar yang berada di seberang jalan. Untuk mencegah hal yang sama terjadi kembali akhirnya papan yang bertuliskan “Awas Ada Pekerjaan” tersebut ditambahkan kata kata “Galian Kabel” dibawahnya.

Reporter: Huda / Editor: Joko