Jekarta – Dua orang pria di Rawa Beling terlibat dalam perkelahian setelah dibagikan daging hasil kurban Idul Adha pada Selasa kemarin (20/07/2021). Kedua pria yang terlibat dalam keributan tersebut adalah Fajar (27) warga RW 06, Rawa Beling dengan salah satu panitia kurban yang bernama Eko (35).

Ketua RW 06 dan juga selaku ketua panitia pelaksana penyembelihan hewan kurban saat dikonfirmasi mengatakan, buntut keributan tersebut berawal saat pelaku mendatangi panitia yang sedang membagikan daging hasil penyembelihan di pinggir lapangan tempat penyembelihan. Dia protes merasa ditipu karena diberikan jatah daging yang yang baru saja dikonsumsi-nya berbeda dengan daging Wagyu yang biasa ia rasakan.

“Siang tadi, dia nyamperin saya terus ngomong sesuatu, karena saya lagi sibuk kedengeran di kuping saya Wahyu A5, jadi saya cari deh plastik punya pak Wahyu blok A5. Eh, sorenya tiba tiba nyamperin saya, terus tanpa ngomong apapun saya langsung ditonjok.” ungkap Eko.

Setelah dimintai keterangan, Fajar menuturkan bahwa dirinya dijanjikan daging Wagyu A5 oleh oknum yang mengaku panitia kurban dengan harga murah, ini karena dia beserta anak dan istrinya ingin mencicipi rasa daging yang mahal tersebut. Alih alih mendapat daging mahal Wagyu A5, Fajar malah mendapatkan jatah daging milik Wahyu yang beralamat di blok A5.

“Iya, dikasih tau kalau misalnya ada sapi Wagyu yang akan ikut disembelih disini. Terus ditawarin daging Wagyu 2 kilo dengan harga 100rb. Karena murah jadi saya langsung aja kasih uang-nya ke orang itu. Eh, pas dagingnya dimasak dan saya makan kok keras nggak kayak daging Wagyu yang orang orang ceritain. Kesel lah saya.” jelas Fajar.

Sempat terjadi perkelahian antara Fajar dan Eko, namun keduanya berhasil dilerai oleh Ketua RW setempat bersama warga sekitar. Tidak ingin kasus-nya diperpanjang, Fajar akhirnya meminta maaf dan bersedia memberikan ganti rugi karena telah memukul Eko.

Reporter: Dandy Adam / Editor: Joko