Sumarang – Pemandangan berbeda terlihat di RSUD Sumarang yang merupakan salah satu Rumah Sakit Umum Daerah yang menjadi rujukan pasien CUPID-13 pada Senin pagi 26 Juli 2021. Terlihat banyak pasien yang memiliki betis dan paha yang kekar layaknya pelari marathon.

Salah satu pasien tersebut adalah Karto, pria yang berumur 45 tahun yang juga sedang dirawat karena positif CUPID-19 dua minggu lalu menyebutkan bahwa kaki kekar-nya tersebut hasil ia mengikuti rawat jalan yang disarankan oleh RSUD Sumarang.

“Iya mbak. Ini karena saya mengikuti rawat jalan yang dianjurkan dokter. Alhamdullilah, sekarang saya sudah agak baikan, nggak seperti dua minggu lalu. Badan juga terasa lebih fit. Ini karena rawat jalan disini beda dari yang lain, disini kita diminta untuk berjalan setiap paginya mengelilingi rumah sakit.” ungkap Karto saat dimintai keterangan.

Karto menambahkan bahwa dirinya disarankan dokter untuk berjalan memutari gedung rumah sakit setidaknya 5 kali setiap paginya. Ia menduga bahwa rawat jalan ini lah yang membuat betis-nya menjadi kekar. Tidak hanya Karto, Murti (35), ibu satu anak ini merasa tubuhnya menjadi lebih fit saat mengikuti rawat jalan tersebut.

“Badan sekarang lebih bugar aja sih. Tapi saya cuma disaranin 2 kali putaran setiap pagi. Kalau teman saya ada yang sudah lulus rawat jalan, sekarang sudah mengikuti rawat lari dan dia sudah bisa berlari 20 kali putaran gedung rumah sakit setiap paginya. 1 putaran itu sekitar 500 meter lah. Jadi total 10 kilometer dia lari setiap pagi. Katanya sekarang dokter lagi menyarankan dia untuk rawat sit-ups 100 kali sama rawat squat 100 kali.” jelas Murti.

Ketua penanganan CUPID-13 RSUD Sumarang, dr. Anton mengungkapkan bahwa ide rawat jalan ini diinisasi untuk bisa meningkatkan imun tubuh dan terbukti setelah program rawat jalan ini dimulai 2 bulan yang lalu, intensitas pasien yang ada di RSUD menjadi berkurang.

“Sebenarnya dengan kita berjalan itu juga dapat membantu meningkatkan imun tubuh kita, terutama di pagi hari, dimana sinar matahari bisa membantu tubuh untuk membentuk vitamin D. Setelah program ini kita jalankan, banyak pasien yang berhasil sembuh dan ada juga yang ketagihan melakukannya. Bahkan sekarang ada yang sudah mendaftar untuk ikut lari ultra-marathon. Saya jadi bangga.” tambah dr. Anton.

Reporter: Aulia / Editor: Joko